Bella Belle (Yoon-Bi)

Senin, 19 Maret 2012

Tugas Softskill 2

Fenomena yang terjadi pada masyarakat menurut teori kesehatan mental


Kekerasan dalam rumah tangga, tidak adanya rasa percaya kepada orang lain, dan tidak dapat mengungkapkan pendapat atau pikirannya (sesuatu yang selalu dipendam). Beberapa contoh sikap tersebut merupakan gangguan kesehatan mental. Dalam hal ini, saya akan memberikan contoh peristiwa salah satu dari ketiga sikap di atas, yakni : fenomena seseorang tidak dapat mengungkapkan pikirannya atau dapat diartikan pula, seseorang tersebut selalu memendam apa yang ada dipikirannya.

Teori Sigmund Freud menjelaskan bahwa kepribadian sebagian besar dibentuk oleh pengalaman seseorang sejak bayi hingga usia lima tahun. Dengan kata lain, awal perkembangan berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian dan terus mempengaruhi perilaku di kemudian hari. Freud mengemukakan adanya 5 tahap perkembangan manusia. Ketika salah satu tahap-tahap tersebut terlewati dengan keadaan tidak sempurna (tidak baik), maka akan timbul gangguan, contohnya :

Yeju adalah anak laki-laki yang terlihat normal. Ia mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dengan baik. Akan tetapi, meskipun dia seorang laki-laki, ia tidak pernah berani menyampaikan pendapatnya saat mengikuti musyawarah, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia selalu diam, sehingga rekan-rekan atau keluarga yang menjadi anggota musyawarah menganggap ia setuju. Namun, ketika ia tidak dapat melakukan hal seperti yang telah disepakati, Yeju akan jatuh sakit. Jika kita analisis, kasus dari contoh di atas dapat dihubungkan dengan teori tahap perkembangan Erikson yang kedua, yaitu : tahap anal.

Pada tahap anal, Freud percaya bahwa fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet (toilet training), dimana anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian. Analisis pada kasus Yeju, ia memiliki gangguan pada tahap anal. Jika kembali kemasa dimana Yeju masih berusia 1 tahun, ketika anak-anak seusianya mulai melakukan toilet training, Yeju masih belum melakukannya. Orang tua Yeju memang terlambat mengajarkan toilet training padanya. Selain itu, Yeju pernah mengalami kejadian dimana ia ingin BAB (buang Air Besar), saat itu sedang dalam perjalanan dengan situasi macet dan ketika ia mengungkapkan keinginnannya BAB pada orang tuanya, yang ia dapatkan adalah suara keras (bentakan) dari orang tuanya. Sehingga, ia harus menahannya. Kejadian tersebut terjadi berkali-kali padanya meski dengan kejadian yang berbeda hingga Yeju berusia 3 tahun. Hal ini menyebabkan Yeju harus memendam apa yang diingikannya, karena ia takut mendapatkan respon yang sama dari orang tuanya. Dengan begitu, kepribadian yang terbentuk pada diri Yeju sekarang adalah pribadi yang tidak dapat mengungkapkan pikiran atau keinginannya (dipendam).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar