Bella Belle (Yoon-Bi)

Minggu, 06 Januari 2013

Multikulturalisme (TEMA 2)

        Multikultural berasal dari kata multi yang berarti banyak (lebih dari dua) dan culture yang artinya kebudayaan. Sedangkan, multikulturalisme merupakan sebuah ideology yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan.

    Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar). Multikulturalisme merupakan suatu realitas utama yang dialami masyarakat dan kebudayaan dimasa silam, kini, dan waktu mendatang. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan. Masyarakat tersebut tersusun atas berbagai budaya yang menajdi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman budaya ini berfungsi untuk mempertahankan identitas diri dan integrasi sosial masyarakatnya.


*** Di Indonesia ***

      Masyarakat Indonesia adalah gabungan semua kelompok manusia yang hidup di Indonesia. Suatu kenyataan yang tidak bisa ditolak, bahwa Indonesia terdiri atas berbagai kelompok etnis, budaya dan agama. Sehingga, bangsa Indonesia disebut sebagai masyarakat "multikultural".
        Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Pandangan tersebut bukanlah hal baru bagi Indonesia diingat dengan prinsip Indonesia sebagai negara "bhineka tunggal ika", yang mencerminkan meskipun Indonesia adalah multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam kesatuan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat serta kemungkinan terjadinya masalah dinamika kelompok.


Sumber  :

http://books.google.co.id/books?id=8XRHeOLMFNUC&pg=PA105&dq=Multikulturalisme&hl=en&sa=X&ei=pkLpULS6BM2mkwXawoHYAw&ved=0CEwQ6AEwBQ#v=onepage&q=Multikulturalisme&f=false

(Wikipedia)

Akulturasi Psikologi (TEMA 1)

Akulturasi adalah penggabungan dua budaya yang berbeda yang merupakan hasil dari proses interaksi. Istilah akulturasi atau culture contact (kontak kebudayaan) mempunyai pengertian proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan di olah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Pendapat lain, akulturasi merupakan proses dimana anggota kelompok minoritas mengidentifikasi dengan, dan menjadi bagian dari budaya yang lebih besar. Selain itu, akulturasi memiliki pengertian yaitu proses yang timbul ketika suatu kelompok manusia atau orang dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing yang masuk lambat laun diterima dan diserap, lau di pakai dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam akulturasi, kebudayaan yang masuk tidak harus selamanya berasal dari kebudayaan negara luar, akulturasi bisa saja terjadi karena masuknya kebudayaan dari suku lain. Sedangkan psikologi yaitu Ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam lingkungannya. Jadi pengertian Akulturasi psikologis yaitu proses sosial dimana perilaku-perilaku orang atau masyarakat dalam suatu kelompok dihadapkan pada unsur kebudayaan daerahnya yang telah bercampur dengan unsur kebudayaan di luar daerahnya. Sehingga, dalam akulturasi psikologis, seseorang dituntut mampu menyesuaikan dirinya dengan unsur kebudayaan lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi akulturasi
Terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Secara garis besar, ada dua faktor yang menyebabkan akulturasi dapat terjadi, yaitu:
Faktor Intern

  • Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
  • Adanya penemuan baru. Discovery --- penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada. Invention --- penyempurnaan penemuan baru. Innovation --- pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.
  • Konflik yang terjadi dalam masyarakat.
  • Pemberontakan atau revolusi
Faktor Ekstern

  • Perubahan alam
  • Peperangan
  • Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).
Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai.
Sumber :
 http://www.psychologymania.com/2012/06/faktor-yang-mempengaruhi-akulturasi.html

http://books.google.co.id/books?id=UgRK0UM3d00C&pg=PA310&dq=akulturasi+psikologi&hl=en&sa=X&ei=RTvpUKL6JsnGlAXU3ICgCA&redir_esc=y#v=onepage&q=akulturasi%20psikologi&f=false
Wikipedia